Ebook Android (Netbook )

Ebook Android, Asik untuk Browsing dan Corat Coret

image

Ini dia sebuah e-book canggih yang serba bisa. Adalah Entourage Edge, gabungan dari e-book, Netbook dan Android. E-book ini berjalan dengan sistem operasi Android dan berbentuk seperti sebuah buku.

E-book ini terdiri dari 2 panel. Panel di sebelah kiri digunakan sebagai display e-link touchscreen untuk corat-coret atau membuat sebuah 'note'. Sedangkan panel di sebelah kanan adalah layar sentuh dengan resolusi warna 1200x825px yang menampilkan OS Android, untuk kegiatan browsing dan lainnya.

enTourage Edge memiliki berat sekitar 1 kg dengan tinggi 9.25 inci serta lebar 10.75 inci (ketika dilipat) dan tebal 1 inci. Meski tidak seringan netbook atau sejenisnya, namun baterainya mampu bertahan 16 jam pemakaian untuk corat-coret dan bertahan 6 jam dalam keadaan LCD dinyalakan.

Menarik, e-book ini didukung dengan koneksi Wi-Fi, bahkan jaringan GSM 3G HSDPA/EVDO dengan modem yang telah terintegrasi di dalamnya. Tentu saja acara surfing di dunia maya akan lebih mengasyikkan, karena modem 3G dan Wi-Fi internet dapat dilakukan dimana saja.

Tak hanya itu, E-book ini juga mendukung format audio MP3, WAV, AAC, OGG dan M4A serta video dalam format 3GP, MP4 dan H264 (HD Video). Untuk format reader, enTourage Edge mendukung format ePub dan PDF.

Akan sangat bermanfaat jika E-book serba guna ini dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia. Sayang, E-book ini masih hanya tersedia di Amerika dan Kanada dengan pre-order $490 dan akan dikirim sekitar bulan Februari 2010.

(k9/maya)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/gaya/2009/12/30/729/Ebook-Android-Asik-untuk-Browsing-dan-Corat-Coret

Membuat Aplikasi Android Dengan Eclipse + ADT


Untuk membuat aplikasi Android langkah pentingnya :
  1. Memahami dan atau bisa pemrograman Java
  2. Silahkan Memahami Platform Android dengan membaca Dokumentasi yang disertakan pada SDK/Doc atau di web Android Doc Atau sumber lain
  3. Download SDK Android android-sdk_r04-windows.zip (
  4. Download Eclipse bisa pilih yg Eclipse Classic 3.5.1 (162 MB)
  5. Install Eclipse
  6. Update ADT (Android Development Tools) Installing and Updating
  7. Kalau sudah siap peralatan perangnya, pelajari bagian ini Android Programming In Eclipse, with ADT
  8. Berlatih terus, ..... Belajar terus, ...... Tanya sana-sini .. he he he

Ebook Pemrograman Android (Android Programming Ebook)


Bagi yang ingin belajar bagaimana membuat aplikasi / program di platform android bisa meluangkan waktu untuk membaca ebook gratis yang bisa di download dari http://andbook.anddev.org/ ini.

link-nya : Download Ebook Gratis Pemrograman Android

Tentu saja, ber bahasa inggris , tetapi cukup mudah dicerna kok, wew kalo diterjemahin trus jadi ebook bahasa indonesia atau dicetak boleh nggak ya? .... mau? ..... he he he


Go Android Indonesia

Announcing Android 2.0 support in the SDK!

Ini merupakan terjemahan bebas dari artikel yang diposting oleh Xavier Ducrohet, Android SDK Tech Lead pada 27 October 2009 9:00 AM pada http://android-developers.blogspot.com/2009/10/announcing-android-20-support-in-sdk.html

Saya senang untuk mengumumkan bahwa sekarang Android SDK mendukung Android 2.0 (juga dikenal sebagai Eclair).


Android 2.0 memberikan kepada pengembang, API baru untuk sync, Bluetooth, dan beberapa hal lain. Dengan menggunakan sync baru, manajer account dan API kontak, kita dapat menulis aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan sinkronisasi perangkat mereka ke berbagai contact sources. Kita dapat memberikan kepada pengguna cara yang lebih cepat untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan meng-embed-nya di dalam aplikasi kita. Dengan API Bluetooth baru, Kita dapat dengan mudah menambahkan peer-to-peer atau konektivitas gaming ke aplikasi kita. Untuk mendapatkan daftar yang lebih lengkap mengenai kemampuan baru yang dapat ditambahkan ke aplikasi silahkan kunjungi halaman highlight Android 2,0. (http://developer.android.com/sdk/android-2.0-highlights.html )


Pengembang dapat menggunakan Manager SDK untuk menambahkan dukungan terhadap Android SDK 2.0 pada SDK mereka atau dengan mengupdate SDK Tool mereka dengan SDK Tool revisi 3. pengembang Baru dapat men-download SDK Android dari situs download. Setelah men-download, platform Android harus ditambahkan menggunakan SDK Manager.






Dengan SDK Manager kita bisa menambahkan platform Android baru ke SDK kita.



Tools SDK Android, revisi 3 diperlukan untuk mengembangkan untuk Android 2.0. Termasuk dukungan untuk membangun aplikasi melalui Ant, serta Mac OS X 10,6 (Snow Leopard). Bagi yang mengembangkan menggunakan Eclipse, kami merilis versi 0.9.4 ADT melalui mekanisme update Eclipse biasa.


Selama beberapa bulan berikutnya, kami berharap dapat melihat lebih banyak dan lebih banyak perangkat Android yang dirilis. Perangkat akan berjalan pada Android 1.5, 1.6, atau 2.0. Kami juga berencana memperbarui versi kecil dari 2,0 Android menjelang akhir tahun, dan akan menjadi update terakhir untuk 2009.


Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menggunakan platform Android 2.0:

  • Download platform Android 2,0 dan pastikan aplikasi yang ada bisa dijalankan pada perangkat baru yang menjalankan Android 2.0.

  • Pastikan bahwa aplikasi Anda ketika bekerja menggunakan emulator skin WVGA (800x480) \u0026 FWVGA (854x480) .Kami berharap perangkat dengan layar jenis ini, dapat menjalankan Android 2,0 yang akan diluncurkan.


Lihat video di bawah ini untuk informasi lebih lanjut tentang Android 2.0




Porting Android to Your Device III

Bring Up

Once your code is built and you have verified that all necessary directories exist, power on and test your device with basic bring up, as described below. Bring up tests are typically designed to stress certain aspects of your system and allow you to characterize the device's behavior.

1. Confirm a Clean Installation of a Basic Linux Kernel

Before considering Android-specific modifications to the Linux kernel, verify that you can build, deploy, and boot a core Linux kernel on your target hardware.

2. Modify Your Kernel Configuration to Accommodate Android Drivers

Your kernel configuration file should include the following:

#
# Android
#
# CONFIG_ANDROID_GADGET is not set
# CONFIG_ANDROID_RAM_CONSOLE is not set
CONFIG_ANDROID_POWER=y
CONFIG_ANDROID_POWER_STAT=y
CONFIG_ANDROID_LOGGER=y
# CONFIG_ANDROID_TIMED_GPIO is not set
CONFIG_ANDROID_BINDER_IPC=y

3. Write Drivers

Android ships with default drivers for all basic functionality but you'll likely want to write your own drivers (or at least customize the default drivers) for your own device depending on your hardware configuration. See the following topics for examples of how to write your own drivers.

4. Burn Images to Flash

### NEED HELP FINISHING THIS SECTION. KERNEL AND RAMDISK DON'T BELONG IN THIS LIST.

An image represents the state of a system or part of a system stored in non-volatile memory. The build process should produce the following system images:

  • bootloader: The bootloader is a small program responsible for initiating loading of the operating system.
  • boot:
  • recovery:
  • system: The system image stores a snapshot of the Android operating system.
  • data: The data image stores user data. Anything not saved to the device/data directory will be lost on reboot.
  • kernel: The kernel represents the most basic element of an operating system. Android's Linux kernel is responsible for managing the system's resources and acts as an abstraction layer between hardware and a system's applications.
  • ramdisk: RAMdisk defines a portion of Random Access Memory (RAM) that gets used as if it were a hard drive.

Configure the bootloader to load the kernel and RAMdisk into RAM and pass the RAMdisk address to the kernel on startup.

5. Boot the kernel and mount the RAMdisk.

6. Debug Android-specific init programs on RAMdisk

Android-specific init programs are found in device/system/init. Add LOG messages to help you debug potential problems with the LOG macro defined in device/system/init/init.c.

The init program directly mounts all filesystems and devices using either hard-coded file names or device names generated by probing the sysfs filesystem (thereby eliminating the need for a /etc/fstab file in Android). After device/system files are mounted, init reads /etc/init.rc and invokes the programs listed there (one of the first of which is the console shell).

7. Verify that applications have started

Once the shell becomes available, execute % ps to confirm that the following applications are running:

  • /system/bin/logd
  • /sbin/adbd
  • /system/bin/usbd
  • /system/bin/debuggerd
  • /system/bin/rild
  • /system/bin/app_process
  • /system/bin/runtime
  • /system/bin/dbus-daemon
  • system_server

Each of these applications is embedded Linux C/C++ and you can use any standard Linux debugging tool to troubleshoot applications that aren't running. Execute % make showcommands to determine precise build commands. gdbserver (the GNU debugger) is available in the bin directory of the system partition (please see http://sourceware.org/gdb/ for more information).

8. Pulling it all together

If bring up was successful, you should see the following Java applications (with icons) visible on the LCD panel:

  • com.google.android.phone: The Android contact application.
  • com.google.android.home
  • android.process.google.content

If they are not visible or unresponsive to keypad control, run the framebuffer/keypad tests.

Android Init Language

The Android Init Language consists of four broad classes of statements:

  • Actionn
  • Commands
  • Services
  • Options

The language syntax includes the following conventions:

  • All classes are line-oriented and consist of tokens separated by whitespace. c-style backslash escapes may be used to insert whitespace into a token. Double quotes may also be used to prevent whitespace from breaking text into multiple tokens. A backslash
    appearing as the last character on a line is used for line-folding.
  • Lines that start with a # (leading whitespace allowed) are comments.
  • Actions and Services implicitly declare new sections. All commands or options belong to the section most recently declared. Commands or options before the first section are ignored.
  • Actions and Services have unique names. If a second Action or Service is declared with the same name as an existing one, it is ignored as an error.

Actions

Actions are named sequences of commands. Actions have a trigger used to determine when the action should occur. When an event occurs which matches an action's trigger, that action is added to the tail of a to-be-executed queue (unless it is already on the queue).

Each action in the queue is dequeued in sequence. Each command in an action is executed in sequence. Init handles other activities (such as, device creation/destruction, property setting, process restarting) "between" the execution of the commands in activities.

Actions take the form of:

on 



Services

Services are programs that init launches and (optionally) restarts when they exit.

Services take the form of:

  service   [  ]*


...

Options

Options are modifiers to services that affect how and when init runs a service. Options are described in the table below:

OptionDescription
disabled This service will not automatically start with its class. It must be explicitly started by name.
socket [ [ ] ] Create a unix domain socket named /dev/socket/ and pass its fd to the launched process. Valid values include dgram and stream. user and group default to 0.
user Change to username before exec'ing this service. Currently defaults to root.
group [ ]* Change to groupname before exec'ing this service. Additional groupnames beyond the first, which is required, are used to set additional groups of the process (with setgroups()). Currently defaults to root.
capability [ ]+ Set linux capability before exec'ing this service
oneshot Do not restart the service when it exits.
class Specify a class name for the service. All services in a named class must start and stop together. A service is considered of class "default" if one is not specified via the class option.

Triggers

Triggers are strings used to match certain kinds of events that cause an action to occur.

Trigger Description
boot This is the first trigger that occurs when init starts (after /init.conf is loaded).
= Triggers of this form occur when the property is set to the specific value .
device-added-
device-removed-
Triggers of these forms occur when a device node is added or removed.
service-exited- Triggers of this form occur when the specified service exits.


Commands

Command Description
exec [ ]* Fork and execute a program (). This will block until the program completes execution. Try to avoid exec. Unlike the builtin commands, it runs the risk of getting init "stuck".
export Set the environment variable equal to in the global environment (which will be inherited by all processes started after this command is executed).
ifup Bring the network interface online.
import Parse an init config file, extending the current configuration.
hostname Set the host name.
class_start Start all services of the specified class if they are not already running.
class_stop Stop all services of the specified class if they are currently running.
domainname Set the domain name.
insmod Install the module at .
mkdir Make a directory at .
mount [ ]* Attempt to mount the named device at the directory . This may be of the form mtd@name to specify a mtd block device by name.
setkey - currenlty undefined -
setprop Set system property to .
setrlimit Set the rlimit for a resource.
start Start a service running if it is not already running.
stop Stop a service from running if it is currently running.
symlink Create a symbolic link at with the value .
write [ ]* Open the file at and write one or more strings to it with write(2).

Properties

Init updates some system properties to provide some insight into
what it's doing:
Property Description
init.action Equal to the name of the action currently being executed or "" if none.
init.command Equal to the command being executed or "" if none.
init.svc. State of a named service ("stopped", "running", or "restarting").

Example init.conf

The following snippet is an incomplete example of the init.conf file, simply meant to give you an idea of what a proper configuration resembles.

on boot
export PATH /sbin:/system/sbin:/system/bin
export LD_LIBRARY_PATH /system/lib

mkdir /dev
mkdir /proc
mkdir /sys


mount tmpfs tmpfs /dev
mkdir /dev/pts
mkdir /dev/socket
mount devpts devpts /dev/pts
mount proc proc /proc
mount sysfs sysfs /sys


write /proc/cpu/alignment 4


ifup lo


hostname localhost
domainname localhost


mount yaffs2 mtd@system /system
mount yaffs2 mtd@userdata /data


import /system/etc/init.conf


class_start default


service adbd /sbin/adbd
user adb
group adb


service usbd /system/bin/usbd -r
user usbd
group usbd
socket usbd 666


service zygote /system/bin/app_process -Xzygote /system/bin --zygote
socket zygote 666


service runtime /system/bin/runtime
user system
group system


on device-added-/dev/compass
start akmd


on device-removed-/dev/compass
stop akmd


service akmd /sbin/akmd
disabled
user akmd
group akmd

Porting Android to Your Device II

Setting Up a Development Environment

Host System Setup

Introduction

This section provides instructions on how to configure your host system to build Android for mobile devices. While Android is designed as host-environment agnostic, it has been tested and is known to work on the following Linux operating system; Ubuntu 6.06 (Dapper), 7.10 (Gutsy), and 8.04. Cygwin is not recommended.

Installing Packages

Required Packages

Android requires the following system packages:

  • flex: This lexical analyzer generator is used to read a given input file for a description of a scanner to generate.
  • bison: This is a general-purpose parser generator.
  • gperf: This is a perfect hash function generator.
  • libesd0-dev: This enlightened sound daemon (dev files) is used to mix digitized audio streams for playback by a single device.
  • libwxgtk2.6-dev: This package provides GUI components and other facilities for many different platforms.
  • build-essential: This package contains a list of packages considered fundamental to building Debian packages.

Ubuntu 6.06 (Dapper)

On a clean Dapper system, type the following:

% sudo apt-get install flex bison gperf libesd0-dev libwxgtk2.6-dev zlib1g-dev
build-essential

This snippet includes an artificial line break to maintain a print-friendly document.

Ubuntu 7.10

  1. The libwxgtk2.6-dev package will only work if the following code is included in your /etc/apt/source file.
    ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu
    ## team, and may not be under a free license. Please satisfy yourself as to
    ## your rights to use the software. Also, please note that software in
    ## universe WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu security
    ## team.
    # Line commented out by installer because it failed to verify:
    deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy universe
    # Line commented out by installer because it failed to verify:
    deb-src http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy universe
    # Line commented out by installer because it failed to verify:
    deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates universe
    # Line commented out by installer because it failed to verify:
    deb-src http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates universe
  2. Install required packages with the following command:
    % sudo apt-get install flex bison gperf libesd0-dev libwxgtk2.6-dev zlib1g-dev
    build-essential
    This snippet includes an artificial line break to maintain a print-friendly document.
  3. Install the X11 development environment with the following commands:

    % sudo apt-get install x-dev
    % sudo apt-get install libx11-dev
    % sudo apt-get install libncurses5-dev

Ubuntu 8.04

On a clean system, type the following:

% sudo apt-get install flex bison gperf libesd0-dev libwxgtk2.6-dev
zlib1g-dev build-essential
% sudo apt-get install x-dev
% sudo apt-get install libx11-dev
% sudo apt-get install libncurses5-dev
% sudo apt-get install sun-java5-jdk

Installing Java

Android source code includes a hard dependency on the Java Developer Kit (JDK) 5.0 Update 12 or greater. The specific file name of the Update 12 package is jdk-1_5_0_12-linux-i586.bin. To download this version of the Java JDK:

  1. Navigate to: http://java.sun.com/products/archive/.
  2. Select '5.0 Update 12' from the 'Java 2 Platform Standard Edition (J2SE)' -> 'JDK/JRE - 5.0' field and click 'Go.'
  3. Click 'Download JDK.'
  4. In the 'Linux Platform' section, click 'Linux self-extracting file' associated with the jdk-1_5_0_12-linux-i586.bin package.
  5. Follow the installation instructions.

Once you have cleanly installed the JDK, modify your PATH environment variable to include /jdk1.5.0_12/bin at its beginning so that Dapper will use the correct installation.

Ubuntu 7.10

An alternative method to quickly install Java is to enable multiverse repo in /etc/apt/sources.list and then execute:

% sudo apt-get install sun-java5-jdk

Porting Android to Your Device

Device Requirements

While Android is designed to support a wide variety of hardware platforms and configurations, this section provides recommended minimum device requirements.

Feature Minimum Requirement Notes
Chipset ARM-based For the first release, Android is primarily targeted towards mobile handsets and portions of the platform, such as Dalvik VM graphics processing, currently assume an ARM architecture.
Memory 128 MB RAM; 256 MB Flash External Android can boot and run in configurations with less memory, but it isn't recommended.
Storage Mini or Micro SD Not necessary for basic bring up, but recommended.
Primary Display QVGA TFT LCD or larger, 16-bit color or better The current Android interface targets a touch-based HVGA resolution display with a touch-interface no smaller than 2.8 inches in size. However, smaller displays will suffice for initial porting.
Navigation Keys 5-way navigation with 5 application keys, power, camera and volume controls
Camera 2MP CMOS Not required for basic bring up.
USB Standard mini-B USB interface Android uses the USB interface for flashing the device system images and debugging a running device.
Bluetooth 1.2 or 2.0 Not required for initial bring up.

If available, your Android device can also benefit from the following optional device characteristics:

  • QWERTY keyboard
  • WiFi
  • GPS
http://www.kandroid.org/android_pdk/system_requirements.html

Hack: Howto get root on your G1

Update: This is obviously way out of date, please see: Android DLS Wiki and Android Blogging Network for the latest.

Many people were surprised that root was disabled on the production T-mobile G1's, and everyone knew that we would eventually get root access, but who knew it'd be this easy?!? Some users at XDA-Developers and android-dls.com have discovered a simple hack to enable root access.

Here are the steps you can take:

1. Download and install a terminal emulator on your phone. (Click here for Term.apk)
2. Make sure your phone is not connected to your PC and open up the Terminal Emulator and run 'telnetd'
3. Now telnet into your phone from your PC (run 'netstat' in the terminal emulator to get the phone's IP)
4. In the telnet terminal you are now root!

5. (optional) To permanently enable root access you can create an "su" command in /system/bin (Warning: creating su on your system could make you vulnerable to malicious software. You could name it something besides su, but you would still be vulnerable):

mount -o remount,rw -t yaffs2 /dev/block/mtdblock3 /system
cd /system/bin
cat sh > su
chmod 4755 su

Now you can fire up the Terminal Emulator and run "su" to be root.

It's likely that the next system update will fix this hole, but until then enjoy having full access to everything on your phone!

Update: Term.apk updated to include launcher icon

Update #2: Some people were having issues installing the Term app, so I published it onto the Market as "Terminal Emulator" to make it a bit easier

http://www.helloandroid.com/node/698

HTC Siap Rilis Android di Indonesia Akhir 2009



HTC berencana merilis smartphone Android di Indonesia sebelum akhir 2009. Tidak lama lagi smartphone HTC yang mendukung aplikasi jejaring sosial juga tersedia. Pasar smartphone tahun ini diperkirakan menjadi semakin ramai dengan kedatangan para pemain baru, seperti Acer Inc serta aliansi Garmin Ltd dan ASUSTeK Computer Inc. Produsen smartphone terbesar keempat dunia HTC Corp mengakui, pada tahun ini persaingan di pasar smartphone semakin kompetitif. Namun, HTC mengaku tidak gentar.

"Para pesaing hanya bisa meniru. Sebagai contoh, ketika HTC merilis smartphone layar sentuh Touch, tidak lama setelah itu para pesaing berlomba merilis produk serupa. HTC akan tetap kuat berkat inovasi-inovasinya. Inovasi adalah kunci sukses HTC," ujar Country Manager HTC Indonesia Agus Sugiharto.

Agus menambahkan, HTC juga akan terus memperkuat posisi dengan merilis produk-produk yang selaras dengan kebutuhan pasar. Misalnya, saat masyarakat sedang dilanda demam situs jejaring sosial seperti Facebook, tidak lama lagi HTC akan merilis smartphone yang memungkinkan pengguna mengakses situs jejaring sosial secara mobile.

Lebih dari itu, HTC juga akan memperkaya keragaman produk. Selama ini HTC dikenal sebagai produsen smartphone bersistem operasi Windows Mobile. Namun, saat ini HTC juga sudah memproduksi smartphone bersistem operasi Android, produksi Google Inc. HTC berencana merilis smartphone Android di Indonesia sebelum akhir 2009.

Dibandingkan negara lain, peluncuran HTC Android di Indonesia memang terbilang lambat karena di Singapura pun HTC Android kini sudah beredar.

"?Kami masih menunggu persetujuan Google karena mereka ingin fitur smartphone Android itu dirancang secara unik untuk masing-masing negara. HTC Android untuk Singapura tidak berjalan optimal di Indonesia, demikian pula sebaliknya," tutur Agus.

Firma riset Gartner Inc mengungkapkan, pada 2008 HTC menjadi produsen smartphone terbesar keempat dunia dengan pangsa pasar 4,2 persen. Secara umum, pada tahun silam penjualan smartphone global hanya bertumbuh 13,9 persen. Namun, berkat inovasinya, HTC mampu meraih pertumbuhan 58,5 persen per tahun.

Angka pertumbuhan HTC itu empat kali lebih tinggi daripada pertumbuhan industri secara umum. Bahkan, produsen smartphone terbesar dunia Nokia Corp pada tahun silam hanya mampu meraih pertumbuhan penjualan global 0,8 persen per tahun.

"?HTC mampu meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar global karena mampu menawarkan produk-produk yang menyajikan pengalaman menarik dan user interface layar sentuh," tandas Research Director Gartner Inc Roberta Cozza.

Ucapan Cozza tidak salah. Pekan silam HTC kembali memperkenalkan smartphone terbarunya di Indonesia. Produk itu bernama HTC Touch Cruise. Agus mengungkapkan, Cruise terbaru ini adalah penerus dari HTC Touch Cruise yang dirilis beberapa tahun silam. Sesuai namanya, Cruise dirancang untuk navigasi.

Khusus pada Cruise terbaru, HTC merancang smartphone itu untuk memudahkan pengendara bermotor menikmati navigasi satelit atau GPS saat mengemudi. Cruise terbaru ini dilengkapi peta digital PaPaGO produksi Matlas Technologies Inc. Peta digital ini inovatif karena mampu memutar sudut pandang navigasi sebesar 360 derajat sehingga pengguna bisa melihat titik-titik menarik di sekitarnya.

Secara tradisional, sistem navigasi GPS hanya mampu menampilkan informasi tentang lokasi yang berada di depan pengguna. Sayang, saat ini peta digital Cruise baru mencakup wilayah Jakarta. HTC berupaya mengompensasi kekurangan itu dengan menanam fitur unik bernama HTC Footprints pada Cruise.

Footprints sesungguhnya mirip teknologi geo-tagging (penambahan informasi geografis pada content digital seperti foto, video, atau website). Dengan Footprints, pengguna Cruise bisa menambahkan informasi geografis pada foto-foto yang dipotret dengan smartphoneitu. Uniknya, Footprints bisa bekerja di dalam dan luar ruangan.

Secara tradisional, gadget-gadget navigasi GPS hanya bekerja di luar ruangan. Di dalam ruangan, alat navigasi GPS tidak berjalan karena sinyal satelit terhalang oleh atap. Guna memungkinkan pengguna Cruise melakukan navigasi di dalam ruangan, HTC mengintegrasikan layanan Google Maps ke dalam fitur Footprints.

Karena Google Maps bekerja menggunakan jaringan seluler, maka pengguna Cruise bisa melakukan navigasi di mana pun berada, sejauh ada sinyal jaringan seluler. Agus menjelaskan, Cruise mudah digunakan oleh para pengemudi karena Cruise mampu memberikan panduan navigasi dalam bentuk suara.

Dengan begitu, pengemudi bisa memfokuskan mata ke jalan, tidak harus melihat layar navigasi Cruise. Di Indonesia, Cruise dipasarkan seharga USD550.HTC menyertakan sebuah cradle (dudukan) untuk meletakkan Cruise di kendaraan. Ketika Cruise diletakkan di cradle tersebut,smartphone itu segera menampilkan menu yang memudahkan pengguna mengakses fungsi navigasi ataupun komunikasi.

(Sumber: OKEZONE.COM)

Android Installer for Nokia N810 Internet Tablet

Android_installer_n810

We've seen Android running on the Nokia N810 before, but it's never been as easy as it is now for everyone (even Linux dummies like me!) to get it working on their own Internet Tablets. While the original method certainly wasn't for the faint of heart, the newly developed Android Installer (released July 1) makes putting a very functional Android onto Diablo-running N810s as quick and easy as installing an application.

The first thing you need to do is download and save the android.img.bz2 image file on the N810 (internal memory or miniSD card; 110MB free space required).

Android_n810_ins1

Android_n810_ins2

Android_n810_ins3

Then download, save, and install the android-installer.deb file (Settings -> Application manager -> Install from file).

Android_n810_ins5

Reboot the device and launch Android through the Extras menu.

Android_on_n810

Ta-dah! This fantastic Android port includes a working touchscreen, fully functional browser, contact integration, maps, and some developer tools.

The only way I've been able to close Android, though, has been to reboot the N810. I seriously can't find the exit button/command. Anyone know where it is?

[ITT via Random Musings (thanks, Martin!)]

Technorati: ,

HTC Magic : Android Phone


















Android Phone G1 G2




Apa itu Android ?

Android merupakan subset perangkat lunak untuk ponsel yang meliputi sistem operasi, middleware dan aplikasi kunci yang di release oleh Google. Saat ini disediakan Android SDK (software Development kit) sebagai alat bantu dan API diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Java.

Features :
  • Framework Aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan reusable.
  • Mesin virtual Dalvik dioptimalkan untuk perangkat mobile
  • Integrated browser berdasarkan engine open source WebKit
  • Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh perpustakaan grafis 2D, grafis 3D berdasarkan spesifikasi opengl ES 1,0 (Opsional akselerasi hardware)
  • SQLite untuk penyimpanan data
  • Media Support yang mendukung audio, video, dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM Telephony (tergantung hardware)
  • Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (tergantung hardware)
  • Kamera, GPS, kompas, dan accelerometer (hardware tergantung)
  • Lingkungan Development yang lengkap dan kaya termasuk perangkat emulator, tools untuk debugging, profil dan kinerja memori, dan plugin untuk Eclipse IDE






















Emulator Phone


Framework Aplikasi :

Pengembang memiliki akses penuh framwork API yang sama yang digunakan oleh aplikasi inti. Arsitektur aplikasi dirancang agar komponen dapat digunakan kembali (reuse) dengan mudah. setiap aplikasi dapat memanfaatkan kemampuan ini dan aplikasi yang lain mungkin akan memanfaatkan kemampuan ini (sesuai dengan batasan keamanan yang didefinisikan oleh framework). Mekanisme yang sama memungkinkan komponen untuk diganti oleh pengguna.
Semua aplikasi yang merupakan rangkaian layanan dan sistem, termasuk:
  • View Set kaya dan extensible yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi, termasuk daftar, grids, kotak teks, tombol, dan bahkan sebuah embeddable web
  • Content Provider yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data (seperti dari daftar kontak telp) atau dari data mereka sendiri
  • Resource Manager, yang menyediakan akses ke kode sumber non-lokal seperti string, gambar, dan tata letak file
  • Notifikasi Manager yang memungkinkan semua kustom aplikasi untuk ditampilkan dalam alert status bar
  • An Activity Manager yang mengelola siklus hidup aplikasi dan menyediakan navigasi umum backstack
Android Runtime

Android terdiri dari satu set core libraries yang menyediakan sebagian besar fungsi yang tersedia dalam core libraries dari bahasa pemrograman Java. Setiap menjalankan aplikasi Android sendiri dalam proses, dengan masing-masing instance dari mesin virtual Dalvik (Dalvik VM). Dalvik dirancang agar perangkat dapat menjalankan multiple VMs secara efisien. Mesin Virtual Dalvik dieksekusi dalam Dalvik executable (.dex), sebuah format yang dioptimalkan untuk memori yang kecil. Dalvik VM berbasis, berjalan dan dikompilasi oleh compiler bahasa Java yang telah ditransformasikan ke dalam .dex format yang disertakan oleh tool "dx".
Dalvik VM bergantung pada kernel Linux untuk berfungsi , seperti threading dan manajemen memori tingkat rendahnya .

Linux Kernel

Android bergantung pada Linux Versi 2.6 untuk inti sistem pelayanan seperti keamanan, manajemen memori, proses manajemen, susunan jaringan, dan driver model. Kernel juga bertindak sebagai lapisan yang abstak antara hardware dan software stacknya.

Update :
Apa itu android #2
Tentang Android GMS dan OHD


Return top